‘Barbie’ Hadir di Jepang Tapi Tercoreng Skandal Barbenheimer

3 min read

Peluncuran film sukses “Barbie” di Jepang mengalami hambatan tambahan karena petisi daring yang mendapat dukungan untuk mendesak studio-studio Hollywood menolak gerakan pemasaran akar rumput yang meremehkan bencana nuklir.

Dalam Kurun Waktu 48 Jam, Lebih dari 16.000 Dukungan Terhimpun Melalui Petisi di Change pada Tanggal 3 Agustus 2023, Mengecam Warner Bros dan Universal Pictures, Perusahaan Produksi Film Biografi “Oppenheimer”, agar Segera Menghilangkan Penggunaan Tagar “Barbenheimer” yang Diyakini Turut Berkontribusi pada Kesuksesan Luar Biasa Film Tersebut.

Film berjudul “Barbie“, yang menampilkan Margot Robbie dalam peran utama, berhasil meraih pendapatan melebihi $800 juta dari penjualan tiket di seluruh dunia. Sementara itu, film yang menceritakan tentang kehidupan ilmuwan nuklir J. Robert Oppenheimer, yang dirilis sekitar bulan lalu, telah mengumpulkan lebih dari $400 juta dalam pendapatan box office.

Reaksi dari Warner Bros. Jepang Terkait Film Barbie ini

Barbie
Barbie

Warner Bros. Jepang mengeluarkan pernyataan kekecewaannya dengan penggunaan meme Barbenheimer oleh tim promosi Warner Bros. pusat di Amerika Serikat. Warner Bros. Jepang menyatakan bahwa fenomena atau meme Barbenheimer bukanlah promosi resmi dari tim Warner Bros. pusat, maupun Universal Pictures sebagai distributor Oppenheimer.

Hal ini lebih terkait dengan premis film “Oppenheimer” yang mengisahkan tentang figur yang terlibat dalam penciptaan bom atom yang digunakan dalam peristiwa ledakan di dua wilayah di Jepang. Meme-meme “Barbenheimer” pada umumnya berusaha menghadirkan gambaran yang menghibur dengan memadukan elemen Barbie dan Oppenheimer.

Meskipun konsep yang menghibur mungkin sesuai dengan karakter Barbie, namun hal ini tidak sejalan dengan sifat serius yang melekat pada tokoh Oppenheimer. Cara menggambarkan Oppenheimer dengan nada yang ringan ini kemudian menjadi permasalahan yang ditekankan oleh masyarakat Jepang dan juga Warner Bros. Jepang.

Pihak Warner Bros. Jepang pun meminta maaf terhadap masyarakat yang tersinggung dengan meme Barbenheimer tersebut dan meminta pihak Warner Bros. pusat untuk mengambil tindakan atas hal ini. Tak lama kemudian, Pihak Warner Bros. American Center telah meminta maaf karena memposting meme Barbenheimer secara ofensif di media sosial pada saat itu juga secara live.

Reaksi dari Masyarakat

Tidak ada kegembiraan bagi penggemar di Jepang, terutama dalam periode beberapa hari mendatang yang akan memperingati 78 tahun peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. “Jika ada niat untuk membuat ilustrasi atau karya seni terkait Barbenheimer, sebaiknya bukanlah gambar Barbie tengah menikmati awan jamur,” ungkap Koji Maruyama dalam platform Change.

“Barbie tak seharusnya dihubungkan dengan kegembiraan dalam situasi penuh kesedihan atau tragedi.” Gerakan tagar #NoBarbenheimer telah menjadi viral di dunia maya, dengan lebih dari 100.000 reposting, yang mengakibatkan divisi Warner Bros di Jepang mengeluarkan kritik publik yang langka terhadap perusahaan induknya. Langkah tersebut kemudian diikuti dengan permintaan maaf pada minggu ini.

Mitsuki Takahata, pengisi suara Barbie dalam versi Jepang, mengunggah di akun Instagramnya pada hari Rabu, menyatakan kekecewaannya setelah mengetahui tentang eksistensi meme tersebut. Ia juga mengungkapkan pertimbangannya untuk menarik diri dari acara promosi di Tokyo yang dijadwalkan pada tanggal 11 Agustus mendatang. “Kejadian ini sangat mengecewakan,” tulisnya dalam unggahannya.

Kesimpulan

Kesimpulan yang di dapatkan C-ES News, Pembukaan film “Barbie” di Jepang telah dirusak oleh kontroversi tagar ‘Barbenheimer’. Petisi online telah mendapatkan dorongan yang mendesak studio-studio Hollywood untuk menolak gerakan pemasaran akar rumput yang meremehkan bencana nuklir.

Pihak Warner Bros. Jepang adalah Warner Bros. merilis pernyataan yang mengungkapkan kekecewaan atas penggunaan meme Barbenheimer oleh tim promosi Pusat di Amerika Serikat dan meminta maaf terhadap masyarakat yang tersinggung dengan meme tersebut. Masyarakat Jepang juga telah bereaksi dengan tidak terhibur dan menuntut penghentian tagar ‘Barbenheimer’. Semoga situasi ini dapat diselesaikan dengan damai dan saling menghormati.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours